Brosur Kampanye Hitam Ditemukan di Jakbar

Screenshot_6

Petugas Panitia Pengawas Penentuan (Panwaslu) Kota Administrasi Jakarta Barat sukses mengamankan brosur yang diisi kampanye hitam pada pasangan calon Gubernur serta Wakil Gubernur nomer 3, Anies Baswedan – Sandiaga Uno di satu tempat tinggal kontrakan di Jalan Asem, Kelurahan Duri Kepa, Kebon Jeruk Jakarta Barat, pada Sabtu, 11 Februari 2017. Jumlah brosur itu juga tidak tanggung-tanggung, dua truk.

Ketua Panwaslu Jakarta Barat Puadi menyampaikan, info itu bermula dari laporan orang-orang serta temuan dari pengawas TPS (Tempat Pemungutan Nada) pada Kamis sore ada brosur fitnah yang disebar ke halaman tempat tinggal warga, di lokasi Duri Kepa.

Kemudian, petugas pengawas TPS serta Kecamatan berbarengan warga lakukan penelusuran ke tempat tinggal kontrakan sebagai area untuk menyimpan brosur itu pada Jumat malam. Akhirnya, petugas berbarengan orang-orang temukan tumpukan brosur yang dibungkus dengan kertas plano diketemukan dirumah kontrakan yang disewa oleh terduga pelaku, Novi dengan kata lain Edo.

” Dalam masalah ini ada laporan. Serta info ini sebenarnya hari Kamis dari sebagian pengawas TPS, terdapat banyak brosur yang berantakan, awalannya demikian, ” kata Puadi waktu didapati di kantor Panwaslu Jakarta Barat, Minggu, 12 Februari 2017.

Sesudah Itu, petugas Panwaslu berbarengan petugas paduan segera lakukan penyitaan tanda bukti berbentuk brosur serta membawanya ke kantor Panwalus Jakarta Barat pada Sabtu pagi tempo hari.

Puadi mengakui tidak menganggap bila jumlahnya begitu banyak. Bahkan juga untuk membawa brosur itu ke kantor Panwaslu Jakarta Barat, truk mesti 2 x bolak balik. ” Kami tak dapat memikirkan dibawa kesini 2 truk, ” tuturnya.

” Kita tak dapat menjustifikasi orang yang menebarkan atas nama Pak Novi ini muatannya apa. Pak Novi dengan kata lain Edo, ” ucapnya.

Untuk kontrol selanjutnya, pihaknya bakal memanggil terduga pelaku Novi dengan kata lain Edo pada Senin, 13 Februari 2017, ke kantor Panwaslu Jakarta Barat untuk disuruh keterangannya. Diluar itu akan mengecek info dari petugas Pengawas TPS serta pelapor.

” Banyak yang kami minta klarifikasi kelak hari Senin. Klarifikasi berbarengan sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu). Di Jakarta Barat ada Gakkumdu berbarengan kepolisian serta kejaksaan, apakah dalam soal black campaign ini ada pelanggaran, ada tanda-tanda pelanggaran pidana atau tak. bila merujuk pada Undang-undang nomer 10 th. 2016, ” ucapnya.

Baca Juga Tentang Harga di  : Temukan.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *