Fadli Zon Ingin Ahok Segera Dinonaktifkan

Screenshot_9

Wakil Ketua DPR Fadli Zon mempertanyakan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang tidak kunjung menonaktifkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Merujuk pada Undang-Undang Nomer 10 Th. 2016 mengenai Pilkada serta Undang-Undang Nomer 23 Th. 2004 mengenai Pemerintah Daerah, menurut Fadli, seseorang petinggi Pemda yang berstatus terdakwa semestinya tidak diaktifkan.

” Mesti ada satu aksi sebelumnya tanggal 11 Februari dari Mendagri untuk nonaktifkan saudara Ahok lantaran telah berstatus terdakwa di pengadilan. Ini yaitu perintah undang-undang, ” kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/2/2017).

Fadli mengingatkan, sekian waktu silam, beberapa gubernur segera tidak diaktifkan sesudah jadi terdakwa. Dia mencontohkan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah serta Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho yang terseret masalah korupsi.

(Baca : Anggota DPR Bertanya Mendagri yang Tidak Berhentikan Sesaat Ahok)

Fadli juga mempertanyakan adakah argumen spesial dibalik kebijakan Mendagri yg tidak kunjung menonaktifkan Ahok.

Fadli memiliki pendapat, Mendagri tidak mematuhi hukum bila tidak selekasnya menonaktifkan Ahok. m.

” Janganlah kelak berkesan Mendagri membela, lantaran kebetulan kawannya. Aku sangka itu tak bisa, ini negara yang memiliki ketentuan hukum, ” papar Fadli.

Tjahjo terlebih dulu menyampaikan, petahana yang maju di Penentuan Kepala Daerah diharuskan cuti sepanjang masa kampanye.

(Baca : Masalah Cuti Ahok, Mendagri Bakal Tunggulah Tuntutan dari Jaksa)

Mereka bakal aktif lagi sebagai kepala daerah demikian cuti kampanye selesai. Kemendagri pilih untuk menanti sistem peradilan yang berjalan untuk masalah Ahok.

Pihaknya menanti hingga Jaksa Penuntut Umum membacakan tuntutan hukum, sesudah kontrol beberapa saksi serta terdakwa usai dikerjakan.

Gagasannya, Ahok bakal kembali pada kantornya sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Sabtu (11/2/2017).

Baca Juga : 

Temukan.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *