KPU Siap Pecat Anggota Yang Tidak Netral

Screenshot_5

Komisi Penentuan Umum (KPU) Kota Jakarta Barat bakal memberi sanksi pada empat anggota Grup Penyelenggara Pemungutan Nada (KPPS) yg tidak netral. Sanksi bakal diberikan sesudah KPU memperoleh referensi dari Panwaslu Jawa barat.

” Kita telah terima suratnya. Kita bakal panggil (anggota KPPS itu) malam ini. Aku yakinkan dipecat, ” kata Ketua KPU Jakbar Sunardi waktu dihubungi, Selasa (7/2/2017).

Ia menyampaikan pihaknya akan memanggil Panitia Pemungutan Nada (PPS). Sebab, KPPS diangkat oleh PPS.

” Kita berikan ke PPS, lantaran kan yang mengangkat PPS atas nama KPU Kota, ” tutur Sunardi.

Berkaitan peristiwa ini, KPU Jakbar mengingatkan semua petugas pemilu untuk netral. Hal itu sesuai sama UU Penyelenggara Pemilu, UU Pilkada, serta Ketentuan KPU.

” Kita bakal berikan pada rekan-rekan, netralitas itu harga mati untuk kita sebagai penyelenggara, ” tutur Sunardi.

Terlebih dulu, Panwaslu Jakbar mengambil keputusan empat anggota KPPS tak netral. Hal itu yaitu tindak lanjut dari info dari Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) serta orang-orang mengenai sangkaan KPPS tak netral.

” Kita memperoleh info (sangkaan tak netral KPPS) pada tanggal 31 Januari 2017 di Jati Pulo, Palmerah, Jakarta Barat. Waktu itu, Pak Djarot (calon Wakil Gubernur DKI nomer urut 2) lakukan kampanye, ” kata Ketua Panwaslu Jakbar, Puadi, di kantor Panwaslu, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (7/2).

Panwaslu Jakbar memanggil PPL Jati Pulo dan petugas KPPS berkaitan pada siang tadi. Pada akhirnya Panwaslu Jakbar mengambil keputusan empat anggota KPPS tak netral.

Tiga orang yg tidak netral yaitu Eko Budi, Muji Aryanto, Endang Mulyadi. ” Satu orang lagi, Nedi Junaedi, yaitu saudara dari Endang, ” tutur Puadi.

Kunjungi Juga :

Temukan.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *