Serangan Antashari Yang Biki Agus-Sylvi Kalah ?

Screenshot_10

Dalam perhitungan cepat (quick count) perolehan nada pasangan Agus Harimurti Yudhoyono- Sylviana Murni tak sebagus hasil survey sebelumnya Pilgub DKI dikerjakan. Dalam kalkulasi cepat yang dikerjakan sebagian instansi survey, semua meletakkan Agus-Sylvi dalam posisi buncit.

Lingkaran Survey Indonesia (LSI) mengungkap sebagian aspek yang mengakibatkan perolehan nada Agus-Sylviana jeblok. Peneliti LSI, Ade Mulyana menyampaikan satu diantara yang bikin turunnya nada Agus yaitu tudingan bekas Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar pada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Tudingan Antasari yang menyebutkan SBY sebagai dalang rekayasa masalah pembunuhan bos Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnain, beresiko jelek untuk perolehan nada Agus. Walau SBY sudah menyanggah tudingan itu rupanya tak dapat menambah nada Agus Yudhoyono.

” Argumen awal yaitu dampak Antasari. Kalau tempo hari kita keduanya sama saksikan serta keduanya sama dengar Antasari menuduh SBY inisiator kriminalisasi dianya, ” kata Ade di Kantor LSI, Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta, Rabu (15/2).

” SBY segera konpers serta menyampaikan kalau Antasari yaitu memfitnah dianya tetapi dampak elektoral tetaplah jelek untuk Agus, ” sambungnya.

Pernyataan Ade ini seakan jadi argumen turunnya nada Agus. Hal semacam ini lantaran lima hari mendekati pencoblosan, LSI Denny JA ini keluarkan launching survey yang akhirnya memenangkan Agus-Sylvi walau masih tetap dalam batas margin error.

” Kami lakukan survey mulai 8-9 Februari 2017. Akhirnya, pasangan Agus-Sylvi memimpin dengan 30, 9 %. Disusul dengan Ahok- Djarot 30, 7 % serta Anies-Sandiaga 29, 9 %, ” tutur Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa di kantor LSI Denny JA, Jalan Pemuda, Jakarta Timur, Jumat (10/2) lantas.

Tidak hanya LSI yang menyebutkan serangan Antasari pada SBY memengaruhi turunnya nada Agus. Sebagian instansi survey yang tempo hari lakukan kalkulasi cepat juga menyebutkan hal sama.

Direktur eksekutif Tanda Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menyampaikan, hasil kalkulasi cepat (quick count) yang meletakkan Agus Harimurti- Sylviana Murni di urutan paling buncit adalah hal yang mengagetkan. Sebab, beragam instansi survey 3 bln. paling akhir seringkali meletakkan pasangan nomer urut satu itu di urutan awal serta ke-2.

” Yg tidak terduga pasangan urut nomer tiga. Aku sangka ini lantaran salah diagnosis. Berlangsung baku serang pada kubu satu serta kubu dua, kubu tiga melenggang sendirian, ” tutur Burhanuddin di kantor Tanda Politik Indonesia, Jakarta, Rabu (15/2) tempo hari.

Direktur Instansi Penelitian Voxpol Centre, Pangi Syarwi Chaniago menyampaikan, penurunan nada Agus-Sylvi dapat jadi dikarenakan oleh beragam permasalahan menyangkut SBY.

” Mulai sejak dimulainya sistem Pilkada DKI Jakarta ini, SBY kerapkali lakukan manuver-manuver. Hal semacam ini dapat jadi bikin trend Agus-Sylvi alami penurunan di mata orang-orang, ” kata Pangi Syarwi Chaniago yang didapati selesai mengadakan quick count di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/2).

Pangi memberikan, terkecuali manuver itu, masalah SBY dengan Antasari Azhar juga dinilai jadi aspek lain turunnya perolehan pasangan calon nomer urut tiga.

” Masalah SBY dengan Antasari juga dapat jadi sebab lain. Diluar itu, Agus juga tampak tak dapat menarik satu segmen orang-orang. Umpamanya, Anies-Sandi cenderung menarik nada muslim di Jakarta sedang Ahok- Djarot dapat menarik keyakinan orang-orang lantaran kemampuan sampai kini. Sesaat Agus, tidak berhasil menarik segmen itu, ” ujarnya.

Tetapi serangan Antasari bukanlah satu-satu argumen nada Agus jeblok. Burhanuddin Muhtadi menyebutkan performa Agus dalam debat cagub membuatnya terjungkal di putaran ke-2.

” Itu aspek yg tidak dapat diabaikan. Aspek dampak debat itu menurut aku telah kerap kita kerjakan signifikannya itu kuat sekali. Serta menurut aku, Ahok itu unggul di aspek rasional. Dengan kemampuannya begitu positif serta debatnya dikira paling unggul, ” tutur Burhanuddin.

” Perbandingan rasional pada Anies serta Agus, Anies unggul. Aku dapat menyadari bila Agus masihlah baru dalam dunia politik lalu nampak kecanggungan, ya wajarlah, ” katanya.

Aspek lain yang bikin nada Agus turun menurut LSI Denny JA yaitu umumnya pendukung poros Cikeas itu bekerja sebagai buruh harian. Hingga, mereka lebih pilih bekerja daripada memakai hak pilihnya ke TPS.

” Ada argumen ekonomi mereka bekerja sebagai buruh harian. Lebih memprioritaskan bekerja di banding datang ke TPS. Bila datang ke TPS tidak bisa gaji harian, ” jelas Peneliti LSI, Ade Mulyana.

Permasalahan ke-2, lantaran argumen tehnis dimana banyak pendukung Agus-Sylviana terhalang administrasi yg tidak komplit. Paling akhir lantaran minimnya kesadaran politik beberapa pendukung Agus.

” Permasalahan administrasi tak komplit, susah untuk mengurusi agar bisa hak tentukan. Argumen politik, kesadaran politik orang-orang rendah lebih memprioritaskan keperluan basic, ” pungkas Ade.

Tetapi Agus sendiri telah legowo terima kekalahannya. Bahkan juga Agus segera menghubungi Ahok serta Anies untuk mengatakan selamat lantaran keduanya masuk ke putaran dua.

” Dengan cara ksatria, serta dengan lega dada, aku terima kekalahan aku dalam penentuan gubernur DKI Jakarta. Sekali lagi, dengan cara ksatria serta dengan lega dada, aku terima kekalahan aku dalam penentuan gubernur DKI Jakarta, ” kata Agus di Wisma Proklamasi, Jakarta, Rabu (15/2).

Agus menyampaikan, dalam tiap-tiap pertandingan yaitu hal yang umum bila ada yang menang serta ada yang kalah. Dia juga menyebutkan, hal umum dalam pertandingan ada sukai serta ada duka.

” Ada sukai, ada duka, tersebut kenyataan kehidupan, sepanjang masa kampanye, aku kerapkali menampik bicarakan kekalahan. Pada prinsipnya, pantang untuk memikirkan kalah sebelumnya perjuangan paling akhir. Argumen yang lain, lantaran aku tidak mau sedikitpun turunkan semangat serta moril dari tim pemenangan Agus-Sylvi, beberapa relawan, simpatisan dan semua warga Jakarta berbarengan perjuangan kami, ” papar dia.

Dia juga mengatakan terima kasih pada semua pendukung yang telah bekerja optimal memenangkan pasangan Agus-Sylvi. Termasuk juga, terima kasih pada laga pendukung seperti Demokrat, PKB, PPP serta PAN. Termasuk juga beberapa relawan Agus-Sylvi.

Baca Juga Tentang Harga diĀ  : Temukan.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *